Dukungan
mereka adalah bentuk ketulusan untuk menegakkan nilai kemanusiaan di Palestina.
Masyarakat
dunia menempuh berbagai cara untuk mendukung perjuangan Palestina untuk merdeka
dan melawan penjajah zionis Israel. Dukungan itu terus mengalir seiring Israel
membombardir wilayah Palestina yang menyebabkan ratusan orang tewas. Berikut
adalah beberapa contoh nyata dukungan tersebut.
Pemain Manchester City
Riyad Mahrez telah bergabung dalam daftar pemain sepak bola yang mendukung
Palestina. Pemain sepak bola berkebangsaan Aljazair ini menunjukkan dukungannya
dengan membawa bendera Palestina saat merayakan gelar EPL.
Saat menjuarai Liga
Inggris pada Ahad (23/5), gelandang sayap kanan Manchester City ini mengibarkan
bendera di stadion Etihad setelah berhasil mengalahkan Everton dengan skor 5-0.
Sederet pemain sepak bola
dari Leicester City, Manchester United, Arsenal, dan Manchester City telah
menunjukkan dukungan serupa, dengan mengibarkan bendera Palestina.
Pada 10 Mei, bintang
Leicester City Hamza Choudhury dan Wesley Fofana memegang bendera Palestina
saat tim mereka merayakan kemenangan Piala FA. Kemudian pada 17 Mei, pemain
Manchester United Paul Pogba dan Amad Diallo juga ikut masuk daftar dengan
mengibarkan bendera Palestina di akhir laga bersama Fulham. Mahrez juga
menunjukkan dukungan untuk Palestina di Twitter awal bulan ini. Keberpihakan
Mahrez dipuji secara luas oleh penggemar di media sosial.
Film perlawanan Palestina
Tunisia akan menggelar
Pekan Film Perlawanan Palestina dan Islam untuk yang kedua kalinya. Acara itu
rencananya akan digelar di sejumlah kota di Tunisia. Seperti dilansir
Iqna.ir pada (25/5). Acara Pekan Film Perlawanan Palestina dan Islam itu
digagas oleh Risalat Art Society yang berbasis di Lebanon bekerja sama dengan
Pusat Kebudayaan Iran di Tunisia, Komite Nasional untuk Mendukung Perlawanan
Arab dan Menentang Normalisasi, serta Telvza TV.
Acara itu
digelar pada 26-30 Mei dengan menayangkan film-film tentang
Palestina dan perlawanan Islam terhadap penjajahan Israel. Upacara pembukaan
diadakan di Ibu Kota Tunis pada Rabu dan film diputar di sejumlah kota lain.
Ada juga sesi khusus untuk membahas film-film yang diputar.
Pemutaran film itu
diselenggarakan saat dunia Islam merayakan kemenangan terbaru Palestina
melawan Zionis Israel. Jumat lalu, Israel mengumumkan gencatan senjata dengan
mediasi Mesir. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, ada 248 warga Palestina gugur dalam serangan Israel, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita. Setidaknya 1.910 lainnya terluka. Selama
pertempuran, Hamas menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai
balasan atas penyerangan Israel terhadap Masjid al-Aqsha.
London dan dukungan untuk
Palestina
Sebuah unjuk rasa diadakan
di ibu kota Inggris. Aksi itu untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas
oleh Israel. Demonstran berpawai dari Jembatan Westminster ke Taman Hyde.
Mereka mengutuk kejahatan Zionis atas warga Palestina yang tak berdaya. Mereka
membawa tanda dan pelakat bertuliskan, "Kebebasan untuk Palestina",
"Israel adalah rezim apartheid", dan "Hentikan pembersihan etnis
(di Palestina)” dan membakar bendera Israel. Demonstran juga menyerukan
diakhirinya dukungan pemerintah Inggris atas Israel.
Israel dan Hamas sepakat
melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza. "Perlawanan Palestina akan
mematuhi perjanjian ini selama pendudukan (Israel) melakukan hal yang
sama," kata Taher Al-Nono, penasihat media untuk kepala Hamas Ismail
Haniyeh, kepada Reuters, menambahkan bahwa gencatan senjata ini
akan saling menguntungkan dan simultan.
Dalam pidato yang
disiarkan televisi, juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Ubaida mengatakan, "Dengan pertolongan Tuhan, kami dapat
mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh, dan pasukannya yang buas."
Dia mengancam akan menembakkan roket Hamas yang akan mencapai seluruh Israel
jika Israel melanggar gencatan senjata.
Boikot produk Israel
Konsumen global mulai
memboikot produk-produk Israel. Hal ini mendorong perusahaan ritel berhenti
menjual produk dari perusahaan yang mengambil untung dari wilayah pendudukan
Israel.
Mengutip laman gerakan
internasional pendukung Palestina untuk kebebasan, keadilan, dan
kesetaraan, Boycott Divestment and Sanctions Movement (BDS),
Selasa (25/5), aksi boikot ini membuat eksportir mengeluh karena sulit menjual
produknya ke negara lain.
Seruan boikot ini
dilakukan oleh Komite Nasional Boikot Divestasi dan Sanksi (BNC). Mereka
menyerukan boikot untuk sejumlah perusahaan dan produk yang berdampak maksimal.
Artinya boikot difokuskan
pada perusahaan yang memainkan peran jelas dan langsung dalam agresi
Israel. Namun, belum ada tanggapan dari produk-produk tersebut terkait aksi
pemboikotan ini.
> Sumber: republika.id (26 Mei 2021)
Donasi anda dapat
disalurkan melalui no. rek : BSM 77 1008
1004 an. Yayasan Amanah Infaq Peduli
Konfirmasi transfer ke WA. 0878 0014 0991









