Hakikat Maulid Nabi Muhammad SAW
Hari Kelahiran Nabi SAW adalah
hari kehormatan dan merupakan peristiwa besar bagi umat Muslim serta dapat pula
diambil hikmahnya. Setiap Muslim perlu mengambil pelajaran maupun hikmah dari peringatan
Maulid Nabi SAW ini.
Dari Abu Qatadah al-Anshari, dia
berkata, Nabi ditanya tentang puasa di hari Senin. Beliau SAW menjawab,
"Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi Rasul, atau
diturunkan kepadaku (wahyu)." (HR Muslim)
dalam memperingati Maulid Nabi SAW adalah
menghidupkan malam dengan Alquran dan berzikir. Dia mengatakan, Rasulullah SAW
biasa merayakan hari lahirnya dengan berpuasa setiap Senin. Selain itu Nabi SAW
juga merayakan puasa Asyura untuk merayakan pembebasan Musa AS dari Firaun.
Dalam rangka menyambut Maulid
Nabi SAW, mungkin ada baiknya jika kita mengingat kembali tentang sisi
kehidupan Nabi SAW. Nabi Muhammad juga manusia biasa yang sebetulnya juga
memiliki sisi yang humoris.
Ini sebagaimana sebuah kisah yang memuat sisi
humor Nabi Muhammad, yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Suatu ketika, seorang nenek
mendatangi Nabi dan berkata, "Wahai Nabi, mohonkanlah kepada Allah SWT
supaya aku dimasukkan ke surga." Lalu Nabi menjawab," Wahai ibunya si
fulan, di surga tidak ada orang tua renta seperti engkau." Lalu nenek
tersebut berpaling sambil menangis.
Kemudian Nabi SAW berkata kepada
sahabat, "Sampaikanlah (kepada nenek tersebut) bahwa dia tidak akan masuk
surga dalam keadaan tua renta. Karena Allah SWT berfirman, 'Kami menciptakan
mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu Kami jadikan mereka
perawan-perawan'
Artinya, ketika dia masuk surga, Allah akan
mengembalikan kemudaan dan kecantikannya." (HR Tirmidzi)








