Disadur dari Khutbah Ust. Jenal
Arifin, MA
Menjelang Ramadhan ini, hati-hatilah dengan dosa yang membunuh.
Dosa karena membunuh...? Bukan. Tapi dosa yang membunuh.
Dosa dari kesalahan apa saja, dan ia bisa membunuh.
Apa yang ia bunuh?
Dosa itu membunuh iman kita secara perlahan-lahan.
Dosa itu membunuh kegembiraan kita menghadapi Ramadhan.
Dosa itu membunuh kenikmatan kita dalam melakukan ketaatan.
Dosa itu meracuni mata hati kita agar buta terhadap tujuan Ramadhan.
Seorang hamba Allah bertanya kepada Tuhan.. “Ya Allah, hamba banyak melakukan kemaksiatan,
tetapi Engkau tak pernah
mendatangkan hukuman?”
Lalu Allah menjawab, “Bukankah
Aku sudah sering menghukummu atas dosa-dosamu. Yaitu hilangnya rasa nikmatmu
dalam beribadah kepada-Ku.”
Na'udzu billah... Seringkali kita merasa
baik.. Walau bergelimang dosa..
Sampai kita lupa entah kapan kita terakhir merasakan kenikmatan
bermunajat kepada-Nya..
Nastaghfirullaahal azhiim...
Menjelang Ramadhan ini, mari kita putihkan dosa-dosa kita dengan benar-benar meminta ampun pada-Nya. Meminta ampun padanya siang dan malam. Jangan tidur sebelum beristighfar 100x pada-Nya.
Terkait dosa pada sesama, segeralah meminta maaf.. Karena tanpa itu, dosanya akan abadi hingga ke akhirat nanti..
“Maka sesudah mereka
(nabi-nabi) datanglah suatu generasi yang menyia-nyiakan shalat dan
memperturutkan hawa nafsu, niscaya mereka itu akan dilemparkan ke dalam
kebinasaan. Kecuali orang-orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman
serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang akan masuk ke dalam
surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.” (QS. Maryam: 59, 60)









