Imam Ahmad adalah sosok idola yang sangat
dikenal dan dicintai di kalangan umat Islam. Namun dengan kerendahan hatinya,
beliau selalu menutupi wajahnya ketika bepergian untuk mencari ilmu sehingga
orang tidak mengenalinya.
Suatu
hari, Imam Ahmad bepergian ke wilayah Syam. Di tengah perjalanan, ia berhenti
di sebuah masjid untuk beristirahat sejenak. Tapi penjaga masjid yang tidak
mengenali beliau malah mengusirnya, "Keluar kau, masjid ini sudah
tutup!"
"Saya
tidak punya tempat untuk pergi," kata Imam Ahmad.
Penjaga
itu tetap memaksa dan menyeret Imam Ahmad untuk keluar meninggalkan masjid.
"Uhh..
Baiklah saya pergi.." kata Imam Ahmad sambil menahan sakit.
Kemudian
ada seorang tukang roti yang melihat kejadian tersebut. "Anda dapat
bermalam di toko roti saya," katanya pada Imam Ahmad. Akhirnya beliau
beristirahat di toko roti tersebut.
Imam
Ahmad mengamati orang ini. Dia mencampur adonan kemudian memasukkannya ke dalam
oven. Sepanjang malam, di setiap proses membuat kue, menguleni, mencetak,
memanggang, dan seterusnya, si tukang roti itu berucap: “Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha
illallah, Allaahu Akbar... Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah,
Allaahu Akbar...”
Imam
Ahmad terkejut. Kemudian bertanya padanya "Sudah berapa lama engkau melakukan
hal ini?" Dia menjawab, "Hal yang mana?”
“Berzikir
kepada Allah," jawab beliau. "Seumur hidupku," kata tukang roti.
Lalu,
Imam Ahmad kembali bertanya. "Apa yang Allah berikan dari semua zikir yang
engkau lakukan setiap hari ini? Apa hasilnya?"
"Apa
saja yang saya pinta kepada Allah, semua pasti dikabulkan oleh-Nya."
Imam
Ahmad berkata, "Subhanallah, setiap engkau berdoa, Allah pasti
mengabulkannya?!”
Pria
itu mengulangi.. "Saya selalu meminta kepada Allah, dan Dia pasti
memberikannya padaku ... kecuali satu hal."
Imam
Ahmad berkata, "Apa itu?"
Ia
berkata, "Saya ingin punya kesempatan untuk bertemu dengan Imam
Ahmad."
Imam
Ahmad tak kuat menahan haru, ia menangis hingga meneteskan air mata. Imam Ahmad
memeluk erat orang tersebut dan berkata: "Subhanallah! Allah telah membawa
Ahmad kepadamu. Allah menyeret kaki Ahmad ke toko roti Anda."
SUBHANALLAH...









