Loading...
Disable Preloader

Dalam ‘Tafsir al Ma’tsur’ karangan Imam Jalaluddin, diketahui sosok Zaid bin Tsabit dikenal mempunyai sifat mulia dan dermawan terhadap sesama. Alkisah, di bulan Ramadhan, sesaat sebelum waktu maghrib tiba, rumah Zaid bin Tsabit kedatangan tamu. Tamu tersebut merupakan seorang musafir yang tidak memiliki bekal yang bisa dimakan untuk berbuka puasa.

Zaid bin Tsabit mempersilahkan tamunya masuk dengan ramah. Meskipun saat itu Zaid bin Tsabit bingung karena kondisi ekonominya sedang sulit. Dia hanya memiliki makanan yang sangat terbatas untuk berbuka bersama keluarganya. Tetapi, Zaid bin Tsabit ingat pesan-pesan Nabi tentang kesunahan memuliakan tamu.

Zaid bin Tsabit pun berbisik kepada sang istri, “Apakah ada makanan untuk petang ini?” Sang istri yang ikut gundah dengan kondisi hari itu menjawab, “Demi Allah, wahai suamiku. Tidak ada lagi makanan yang kusimpan, terkecuali sedikit.”

Mendengar jawaban sang istri, Zaid bin Tsabit berfikir untuk mencari cara supaya bisa tetap memuliakan tamunya. Akhirnya, Zaid bin Tsabit punya ide dengan menyuruh istrinya mematikan lampu saat berbuka puasa nanti.

Waktu maghrib pun tiba, Zaid bin Tsabit mempersilahkan tamunya untuk menyantap hidangan yang padahal serba pas-pasan tersebut. Dengan kondisi gelap, Zaid bin Tsabit dan istrinya hanya berkecap-kecap seolah turut menyantap hidangan bersama tamu. Padahal ujung tangan keduanya sama sekali tak menyentuh makanan.

Keesokan harinya, sang musafir itu pamit untuk melanjutkan perjalanan. Pada hari itu juga, Zaid bin Tsabit kembali menghadiri majelis untuk mendapatkan berkah dan pencerahan dari Nabi. Ketika Zaid bin Tsabit dan Nabi berjumpa, tiba-tiba Nabi tersenyum dan bersabda, “Wahai Tsabit, Allah SWT menghargai pelayananmu terhadap tamumu semalam.”

Mendengar jawaban Nabi, Zaid bin Tsabit tersentak kaget. Perasaan dia campur aduk antara bahagia, dan malu berkecamuk di dadanya. Masya allah, begitu mulianya usaha sahabat Nabi ini untuk memuliakan tamunya. Akhlak mulai yang sepatutnya kita teladani.

Zaid bin Tsabit adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad dan merupakan penulis wahyu dan surat-surat Nabi. Ketika berusia berusia 11 tahun, Zaid bin Tsabit dikabarkan telah dapat menghafal 11 surah awal Al Quran. Dia merupakan keturunan Bani Khazraj yang mulai tinggal bersama Nabi Muhammad ketika hijrah ke Madinah.

Zaid bin Tsabit diangkat menjadi bendahara pada zaman pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan ‘Umar bin Khattab. Ketika pemerintahan Khalifah Utsman, Zaid bin Tsabit diangkat menjadi pengurus Baitul Maal. ‘Umar dan Utsman juga mengangkat Zaid bin Tsabit sebagai pemegang jabatan Khalifah sementara ketika mereka menunaikan ibadah haji.

Share:


Komentar